Tidak Ada Yang Benar-benar…

Juli 7, 2011 § Tinggalkan komentar

Tidak ada yang benar-benar ‘BENAR’ diantara kita, sayang, ketika kamu berteriak dan mengatakan,” Ini semua salahmu!”. Maka aku akan melempar pertanyaan kepadamu, “Lalu bagaimana dengan salahmu?”. Yang terjadi kemudian adalah pembelaan mati-matian dirimu untuk meyakinkan diriku bahwa kamu benar. Bahwa kamu tidak bersalah. Bahwa aku lah yang salah.

Dan seketika itu juga aku akan membela diriku,”Akh! Aku merasa tidak bersalah atas semua yang terjadi?” Dan yang selanjutnya terjadi adalah teriakan dirimu semakin keras, menjerit.  Semua itu juga aku lakukan, karena merasa mampu untuk melakukan hal yang sama. Tak lagi mulut kita yang berbicara. Piring, gelas, asbak. Semua benda yang dekat dengan kamu akan melayang terbang, melesat cepat ke arahku. Dan tanpa disadari kemudian, tangan ini pun melayang dan menghajar keras wajahmu. Dan kamu menangis.. « Read the rest of this entry »

Salon dan Panti Pijat Kota Gebleks

Juli 5, 2011 § Tinggalkan komentar

“Sejak saya memimpin Kota  ini. Banyak sudah perubahan yang kini telah saudara-saudara nikmati. Tidak pernah lagi saudara-saudara lihat para perempuan di jalanan yang menjajakan diri demi rupiah. Tidak pula saya pernah mengijinkan para penari dangdhut yang biasa mempertontonkan aurat mereka dan membangkitkan syahwat para lelaki. Yang membuat khawatir ibu-ibu di rumah. Insya Allah, kota yang kita cintai ini akan tetap menjadi kota yang jauh dari kemaksiatan,” ucap Bapak Walikota Kota Grebek yang tengah berpidato di depan warganya pada saat mengikuti acara silaturahmi di balaikota.

Bukan tanpa maksud, jika tiba-tiba saja Beliau membeberkan semua kesuksesan yang telah ia lakukan selama memimpin kota Grebek. Semua promosi diri yang terselubung itu dilakukan, mengingat dirinya tengah mencalonkan diri menjadi seorang Gubernur. Wajar. Bukan hal baru jika semua orang yang memiliki niat untuk mengikuti suatu pemilihan selalu saja membanggakan diri dengan membeberkan semua hal yang telah sukses dia kerjakan. Dan yang tidak sukses?? Disimpan rapat-rapat! Jangan sampai ada yang tahu. Awas!

« Read the rest of this entry »

Kesatria Burung Besi Raksasa

Juli 3, 2011 § Tinggalkan komentar

Menurut cerita Nenek, Emak Udin itu diculik oleh Burung Besi Raksasa. Dulu. Saat Udin masih belajar berjalan. Tak ada yang bisa menyelamatkan Emak, karena Bapak juga telah lama tertidur di dalam tanah. Udin Memang tak mengenal dengan baik siapa orang tuanya, tidak mengetahui bagaimana sebenarnya wajah Bapak dan juga Emak. Jadi selama ini, Udin mengetahui  tentang kedua orang tuanya hanya lewat cerita Nenek saja, dan juga lewat foto yang terpajang di dinding.

Dalam imajinasi Udin, ketika mendengar cerita Nenek tentang burung besi raksasa itu. Imajinasinya menggambar jelas seekor burung raksasa dengan ukuran yang melebihi ukuran lapangan bola yang ada di kampungnya, dengan tubuhnya yang keseluruhannya terbuat dari besi. Dengan sayap yang panjang membentang dan dari paruhnya yang besar akan mengeluarkan suara yang memekakan telinga. Bola matanya yang besar dengan awas memandang diri Emak. Lalu menukik dan dengan jari kuku yang besar mencengkram tubuh Emak. Membawa Emak pergi meninggalkan Nenek serta Udin, meninggalkan kampung mereka tanpa pernah kembali lagi.

« Read the rest of this entry »

Penjual Mimpi

Juli 2, 2011 § Tinggalkan komentar

Awalnya, semua yang terjadi dalam kehidupan Lisut itu sebenarnya hanya kebetulan saja. Kebetulan yang menghadirkan kebetulan-kebetulan yang lain. Hingga akhirnya profesi yang sekarang tengah ia jalani menjadi satu-satunya mata pencaharian hidup yang lumayan mendatangkan banyak uang bagi Lisut. Profesi sebagai seorang Penjual Mimpi!

Lisut yang sejak kecil sangat berkeinginan untuk bisa merubah taraf hidup keluarganya. Berusaha keras agar bisa lulus sekolah dengan gelar sarjana. Meskipun jelas-jelas orang tuanya tidak mampu untuk membantu Lisut untuk menggapai cita-citanya yang kelewat tinggi itu. Terlebih fisik Lisut yang sedikit berbeda dengan orang lain. Seperti yang diucapkan Bapaknya. “Kamu itu, kalau punya cita-cita dan keinginan harus lihat-lihat dulu keadaan kamu, Sut. Jangan ketinggian kalo punya kepingin, bisa gila kamu nantinya.”

« Read the rest of this entry »

Pelacur Itu Ibuku..

Juli 2, 2011 § Tinggalkan komentar

Semua orang terlihat sibuk dalam beberapa hari ini. “Besok adalah Hari Ibu,” kata mereka. Tapi apakah hari itu akan berarti buat ibuku? Yang juga kata orang, ibu adalah seorang Perempuan murahan, Perempuan bayaran, Sundel atau yang lebih sering kudengar sebutan untuk Ibu adalah seorang Pelacur. Aku adalah anak dari Ibu, anak dari seorang Pelacur. Kata orang, Ibuku tak pantas disebut Ibu. Karena seorang Ibu seharusnya tidak akan membiarkan anaknya bergentayangan di Lokalisasi; seorang Ibu tak akan menafkahi anaknya dengan uang haram.

Tapi Ibu tidak perduli dengan apa yang dikatakan orang-orang itu, sebagaimana orang-orang itu juga tak pernah perduli kami. Seperti  dahulu, mereka juga tidak perduli ketika Ibu menangis dalam hujan yang deras. Saat Nyonya majikan yang terhormat, yang dulu mempekerjakan Ibu untuk bantu-bantu di rumahnya. Mengusir Ibu. Setelah sebelumnya memukul, menendang serta mencaci maki ibu untuk kemudian melemparnya ke jalanan.

« Read the rest of this entry »

Cawan Hidup

Juli 2, 2011 § Tinggalkan komentar

Ada masa dimana kebahagiaan dalam cawan itu, kita reguk lupa hingga tak bersisa. Sedangkan kesedihan yang kita tuang, meluber melewati batas tampung cawan itu. Lalu membasahi wajah dengan airmata. Tapi diantaranya, gelembung-gelembung hampa menjadi bagian dari setiap tetes rasa yang kita tuangkan kedalam cawan.

Tak terhindarkan, bahkan pada cawan yang  kita reguk habis indahnya itu. Hampa berkuasa pada ketiadaan yang kosong. Dan seketika kehidupan penuh erangan jiwa-jiwa gelisah. Apa pernah kau dengar itu? Saat berada didalam bis kota yang penuh dengan manusia yang saling berdesakan, erangan itu terdengar. Hanya melukis wajah yang termenung  menatap jalan dari balik kaca bis kota itu.

« Read the rest of this entry »

Titik Pertemuan

Juli 1, 2011 § Tinggalkan komentar

Ada satu titik, dimana kepasrahan menjadi jalan keluar. Membuang semua keinginan jauh dari hati. Meletakan dunia serta surga-neraka jauh dari tujuan. Maka kamu akan sampai pada satu perjamuan indah yang menyejukan. Cinta telah sampai pada kesejatian yang sebenarnya. Tanpa mengharap, hanya duduk bersimpuh dalam pandangan tertunduk. Mengucap sebaris kata, “Aku mencintai MU” …berkali-kali

Lalu jatuh dalam tubuh yang berguncang  menangis meraung, tanpa kuasa menjabarkan keindahan rasa. Bersetubuh dalam hening malam dan sendiri, dalam hujan airmata. Mengemis, mengiba dan meratap agar waktu berhenti selamanya.”Jangan!.. Jangan lagi kau renggut apa yang susah payah aku raih. Aku mohon!”

« Read the rest of this entry »